Proses Pembusukan Tubuh Manusia Setelah Mati Dalam Hitungan 0 Menit Sampai Satu Tahun

Sabtu, 29 Juni 2013


Sesaat sebelum mati Anda akan merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan dan badan bergetar. Anda merasa dingin di telinga. Darah berubah menjadi asam dan tenggorokan berkontraksi.

0 Menit
Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen.

1 Menit
Darah berubah warna dan otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin.

3 Menit
Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir.

4 - 5 Menit
Pupil mata membesar dan berselaput. Bola mata mengkerut karena kehilangan tekanan darah.

7 - 9 Menit
Penghubung ke otak mulai mati.

1 - 4 Jam
Rigor Mortis(Fase Dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku dan rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.

4 - 6 Jam
Rigor Mortis Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.

6 Jam
Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.

8 Jam
Suhu tubuh langsung menurun drastis.

24 - 72 Jam
Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri.

36 - 48 Jam
Rigor Mortis Berhenti, Tubuh anda selentur penari balerina.

3 - 5 Hari
Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.

8 - 10 Hari
Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah.

Beberapa Minggu
Rambut, Kuku, Dan Gigi dengan mudahnya terlepas.

Satu Bulan
Kulit Anda mulai mencair.

Satu Tahun
Selain tulang-belulang tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh anda. Sekarang Anda adalah saingan Twiggy dan Calista Flockhart. Anda yang sewaktu hidupnya cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa, sekarang hanyalah tumpukan tulang-belulang yang menyedihkan.


Proses Pembusukan Tubuh Manusia
Bakteri bekerja secara terstruktur dalam proses degradasi organisme atau proses pembusukan mayat. Pembusukan dimulai dengan pemutusan ikatan protein-protein besar pada jaringan tubuh oleh bakteri fermentasi menggunakan enzim protease. Kumpulan hasil pemutusan ikatan protein yang disebut asam amino ini dicerna berbagai jenis bakteri, misalnya bakteri acetogen. Bakteri ini mereaksikan asam amino dengan oksigen dalam tubuhnya untuk menghasilkan asam asetat, hidrogen, nitrogen, serta gas karbon dioksida. Produk asam asetat ini menimbulkan bau. Bau busuk dari tubuh mayat tidak hanya mengganggu, namun juga membahayakan.

Lalu, bagaimana proses pembusukan tubuh dilakukan dari tubuh utuh hingga tinggal tengkorak? Proses pembusukan berawal dari mikroorganisme, misalnya bakteri-bakteri yang hidup di dalam usus besar manusia. Bakteri tersebut mulai mendegradasi protein yang terdapat dalam tubuh. Jika seluruh jenis ikatan protein sudah terputus, beberapa jaringan tubuh menjadi tidak berfungsi. Proses ini disempurnakan bakteri yang datang dari luar tubuh mayat, bisa berasal dari udara, tanah, ataupun air. Seluruh jenis bakteri ini menyerang hampir seluruh sel di tubuh dengan cara menyerang sistem pertahanan tubuh yang tidak lagi aktif, menghancurkan jaringan otot, atau menghasilkan enzim penghancur sel yang disebut protease. Kemudian dengan berbagai jenis metabolisme, mikroorganisme mulai memakan jaringan mati dan mencernanya. Tak jarang kerja proses ini dibantu reaksi kimia alami yang terjadi dalam organisme mati. Semakin lama, otot-otot semakin habis dimakan bakteri.

*http://lintasfacebook.blogspot.com/2011/05/proses-pembusukan-tubuh-manusia-setelah.html

SUNNAH-SUNNAH DI HARI JUM'AT

Rabu, 26 Juni 2013


Hari Jum'at merupakan hari istimewa bagi kaum muslimin. Karena keagungan dan keutamaan yang sangat banyak pada hari itu, maka sebagai seorang muslim, tentunya tidak akan membiarkan hari Jum'at berlalu begitu saja tanpa makna dan tanpa bisa menuai pahalanya.
Berikut ini tulisan sederhana seputar sunnah-sunnah di hari Jum'at yang bisa dijadikan kamus mungil dalam mendulang pahala di hari Jum'at. Allohul Muwaffiq.


YANG DIANJURKAN PADA HARI JUM'AT

Membaca Surat as-Sajdah dan al-lnsan Pada Sholat Subuh

Abu Huroiroh رضي الله عنه berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْجُمُعَةِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ وَهَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ
"Adalah Nabi صلي الله عليه وسلم membaca pada sholat Subuh hari jum'at Surat as-Sajdah dan Surat al-lnsan."1
Al-Imam Ibnul Qoyyim رحمه الله mengatakan, "Aku mendengar guru kami, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه اللهberkata, 'Nabi صلي الله عليه وسلم membaca dua surat ini karena kandungannya berisi penciptaan Adam عليه السلام, penyebutan hari kiamat dan kebangkitan para makhluk, dan hal itu semua terjadi pada hari Jum'at. Seolah-olah membaca dua surat ini adalah peringatan kepada umat akan apa yang telah dan akan terjadi.'"2

1. HR. al-Bukhori no. 891
2. Zad al-Maad: 1/206

Memperbanyak Sholawat Kepada Nabi صلي الله عليه وسلم

Rosululloh صلي الله عليه وسلم adalah penghulu para manusia, sedangkan hari Jum'at adalah hari yang utama dalam sepekan, maka bersholawat kepada Nabi صلي الله عليه وسلم pada hari itu mengandung keistimewaan tersendiri.1
Dari Aus bin Anas bahwasanya Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda:
"Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan. Pada hari itu juga ditiupnya sangkakala. Maka perbanyaklah sholawat kepadaku pada hari itu, karena sholawat kalian akan ditujukan kepadaku. Para sahabat bertanya, 'Bagaimana sholawat itu ditujukan kepadamu padahal engkau telah menjadi tanah?' Nabi صلي الله عليه وسلم menjawab, 'Sesungguhnya Alloh mengharamkan bumi untuk memakan jasad-jasad para nabi.'"2

1. Zad al-Maad: 1/364
2. HR. Abu Dawud: 1531, Ibnu Majah: 1085, an-Nasai: 1373, al-Albani menshohihkannya dalam al-Irwa' no. 4,al-Misykah: 1361

Membaca Surat al-Kahfi

Rosululloh bersabda:
"Barang siapa membaca Surat al-Kahfi pada hari Jum'at, maka Alloh akan meneranginya di antara dua Jum'at."1

1. HR. al-Baihaqi. 3 249 al-Hakim dalam al-Mustadrok 2/368 dan dia berkata, "Ini hadits Shohih. Dikuatkan oleh al-Albani dalam al-lrwa' no. 626

Memperbanyak Do'a

Pada hari Jum'at ada satu waktu terkabul-kannya do'a. Dari Abu Huroiroh رضي الله عنه bahwasanya Rosulullohصلي الله عليه وسلم bersabda:
“Sesungguhnya pada hari Jum'at ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim mendapatinya dan dia sedang sholat memohon sesuatu kepada Alloh, melainkan Alloh akan mengabulkan permohonannya tersebut."1
Selayaknya seorang muslim bersungguh-sungguh dalam berdo'a sepanjang hari Jum'at, dengan harapan mendapatkan waktu tersebut."2
Faedah. Para ulama berselisih pendapat kapan waktu mustajab tersebut. Yang lebih mendekati kebenaran adalah pendapatnya mayoritas ulama yang mengatakan bahwa waktu tersebut adalah ba'da asar. Berdasarkan3 hadits Anas رضي الله عنه bahwasanya Rosululloh صلي الله عليه وسلم bersabda:
"Carilah waktu yang mustajab pada hari Jum'at itu ba'da asar sampai terbenamnya matahari."4
Pendapat ini dikuatkan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari: 3/89, Ibnul Qoyyim dalam Zad al-Ma'ad: 1/378, dan disetujui pula oleh asy-Syaukani dalam Nail al-Author: 3/233. Allohu A'lam.

1. HR. al-Bukhori: 2/344 dan Muslim: 852
2. Fatwa Lajnah Daimah: 1/333
3. Juga berdasarkan Hadits riwayat Abu Dawud: 1048, an-Nasai:3/99, al-Hakim: 1/279. Lihat Fath al-Bari: 2/351
4. HR. at-Tirmidzi: 489, al-Baghowi: 1051. Lihat Shohih al-Targhib: 793


SEBELUM BERANGKAT SHOLAT JUM'AT

Mandi Seperti Mandi Junub

Dianjurkan bagi yang akan mendatangi sholat Jum'at untuk mandi terlebih dahulu. Berdasarkan hadits:
"Mandi pada hari Jum'at adalah wajib bagi setiap orang yang telah baligh."1
Adapun sifat mandi Jum'at adalah seperti mandi janabah, berdasarkan riwayat yang lain:
"Barang siapa mandi Jum'at seperti mandi jinabat."2

1. HR. al-Bukhori: 879 dan Muslim: 846
2. HR. al-Bukhori: 881 dan Muslim: 850

Memakai Parfum, Minyak Rambut, dan Bersiwak

Anjuran ini disesuaikan dengan kemampuan, bukan perkara yang wajib. Berdasarkan hadits:
"Tidaklah seorang mandi pada hari Jum'at dan bersuci menurut kemampuannya, kemudian memakai parfum dan minyak rambut, kemudian berangkat sholat dan tidak memisahkan di antara dua orang, kemudian sholat yang ditentukan baginya, dan ketika imam memulai khotbahnya dia diam dini mendengarkan, maka akan diampuni dosanya dari Jum'at ke Jum'at yang lain."1
Rosululloh صلي الله عليه وسلم juga bersabda:
"Mandi pada hari Jum'at adalah wajib bagi setiap orang yang telah baligh. Hendaknya dia bersiwak dan memakai parfum jika memiliki.”2
Al-Hafizh Ibnu Hajar رحمه الله mengatakan, "Di dalam hadits ini terdapat anjuran untuk berhias diri pada hari Jum'at. Termasuk makna berhias adalah mencukur kumis, memotong kuku, dan lain-lain."3

1. HR. al-Bukhori: 883 dan Muslim: 857
2. HR. al-Bukhori: 880
3. Fath al-Bari: 2/371

Memakai Baju yang Paling Bagus

Dari Abu Huroiroh dan Abu Sa'id رضي الله عنهما bahwasanya Rosululloh صلي الله عليه وسلم bersabda:
"Barang siapa mandi pada hari Jum'at dan memakai baju paling bagus, memakai parfum jika punya, kemudian mendatangi sholat Jum'at….”1

1. HR. Abu Dawud: 343, Ahmad: 3/81, al-Hakim: 1/283, Ibnu Hibban: 2767, Syaikh al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan dalam Shohih Abu Dawud: 331

Bersegera Berangkat Menuju Masjid

Hendaknya pada hari ini kita bersegera berangkat menuju sholat Jum'at karena keutamaannya yang sangat besar. Dari Abu Huroiroh رضي الله عنه bahwasanya Rosululloh صلي الله عليه وسلم bersabda:
"Apabila hari Jum'at, malaikat berdiri pada setiap pintu masjid. Mereka menulis orang yang datang pertama dan yang setelaknya dan yang setelaknya. Permisalan orang yang datang pagi-pagi seperti orang yang berkurban dengan seekor unta. Orang yang datang setelaknya seperti berkurban dengan seekor sapi. Yang datang selelahnya seperti berkurban dengan seekor domba. Yang datang setelahnya seperti berkurban dengan seekor ayam. Yang datang setelaknya seperti berkurban sebutir telur. Apabila imam telak memulai khotbahnya, malaikat melipat lembaran catatannya untuk mendengarkan khotbah."1
Anas bin Malik رضي الله عنه berkata, "Kami biasa berpagi-pagi menuju sholat Jum'at, kemudian baru tidur siang setelahnya."2

1. HR. al-Bukhori: 881 dan Muslim: 850
2. HR. al-Bukhori: 863

Meninggalkan Perniagaan Ketika Telah Datang Waktu Sholat Jum'at

Alloh berfirman:
“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sholat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Alloh dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. al-Jumu'ah [62]: 9)

KETIKA SAMPAI TEMPAT SHOLAT JUM'AT

Sholat Tahiyyatul Masjid Sebelum Duduk

Jabir bin Abdillah رضي الله عنهما berkata, "Ada seseorang yang masuk masjid pada hari Jum'at sedang Nabi صلي الله عليه وسلم berkhotbah. Nabi صلي الله عليه وسلم bertanya kepadanya, Apakah engkau sudah sholat dua roka'at?' Dia menjawab, 'Belum.' Lantas Nabi صلي الله عليه وسلم berkata kepadanya, 'Sholatlah dua roka'at terlebih dahulu.'"1

1. HR. al-Bukhori: 930 dan Muslim: 875

Duduk Dekat Khotib

Dari Sadad bin Aus رضي الله عنه bahwasanya Rosululloh صلي الله عليه وسلم bersabda: "Barang siapa mengumpuli istrinya'1, mandi pada hari Jum'at, berpagi-pagi berangkat sholat dengan berjalan tidak naik kendaraan, kemudian duduk dekat khotib, diam mendengarkan khotbah dan tidak berbuat sia-sia, maka baginya setiap langkah yang diayunkan seperti pahala puasa dan sholat setahun."2

1. Demikian yang dikatakan oleh al-Imam Ahmad dan al-Imam Waki' bin Jaroh رحمه الله. Lihat Zad al-Ma'ad: 1/373
2. HR. Abdurrozzaq dalam al-Mushonnaf. 5570, Ahmad: 4/8, at-Tirmidzi: 496, Abu Dawud: 345, an-Nasai: 3/95, Ibnu Majah: 1087, Ibnu Khuzaimah: 1758

Sholat Sunnah Semampunya Sampai Khotib Datang

Dari Abu Huroiroh رضي الله عنه bahwasanya Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda:
"Barang siapa mandi kemudian mendatangi sholat Jumat, sholat semampunya, dan diam hingga selesai khotbah dan sholat bersama imam, maka baginya ampunan antara Jumat dengan Jumat berikutnya dan tambahan tiga hari."1

1. HR. Muslim: 857

Tidak Melangkahi Pundak-pundak Manusia

Berdasarkan hadits:
"Barang siapa mandi pada hari Jumat dan memakai baju paling bagus, memakai parfum jika punya, kemudian mendatangi sholat Jumat dan tidak melangkahi pundak manusia, lalu sholat semampunya, kemudian diam bila khotib sudah datang sampai dia se-lesai sholatnya, maka hal itu sebagai penghapus dosa antara Jumat hari itu dengan Jumat sebelumnya."1

1. HR. Abu Dawud: 343, Ahmad: 3/81, al-Hakim: 1/283, Ibnu Hibban: 2767. Syaikh al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan dalam Shohih Abu Dawud: 331

Mendengar Khotbah Dengan Baik

Ketika khotbah sudah dimulai hendaknya kita diam dan mendengarkan khotbah dengan saksama. Dari Abu Huroiroh رضي الله عنه bahwasanya Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda:
"Barang siapa mandi kemudian mendatangi sholat Jumat, sholat semampunya, dan diam hingga selesai khotbah dan sholat bersama imam, maka baginya ampunan antara Jumat dengan Jumat berikutnya dan tambahan tiga hari."1

1. HR. Muslim: 857

Larangan Berbicara Ketika Khotib Sedang Berkhotbah

Rosululloh صلي الله عليه وسلم bersabda:
"Apabila engkau berkata kepada saudaramu pada hari Jumat, 'Diamlah', sedang imam berkhotbah, maka sungguh engkau telah berbuat sia-sia."1

1. HR. al-Bukhari: 934 dan Muslim: 851

Sholat Sunnah Setelah Sholat Jumat

Setelah sholat Jumat selesai, kita dianjurkan untuk mengerjakan sholat sunnah dua roka'at atau empat roka'at yang paling afdholnya dikerjakan di rumah. Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda:
"Jika kalian sudah selesai sholat Jumat, maka hendaklah sholat empat roka'at setelahnya."1
Demikian ulasan ringkas seputar sunnah-sunnah di hari Jumat. Semoga bermanfaat.

1. HR. Muslim: 822

Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman خفظه الل


Delapan Adab Menuju Masjid



MASJID adalah sentra kegiatan umat. Banyak hal dan kegiatan dilakukan di sana, tak hanya dipenuhi oleh orang-orang yang melakukan ibadah kepada Allah Swt. namun juga ramai sebagai pusat berbagai aktivitas kemaslahatan.
Ada yang bertujuan untuk menghadiri majelis ta’lim, membaca Al-Qur`an, untuk melaksanakan shalat, dll. Pada bahasan kali ini akan dibahas tentang adab berjalan menuju masjid untuk melakukan shalat berjamaah.
Di antara keutamaan yang dijanjikan bagi orang yang berjalan menuju masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah adalah tidaklah mereka melangkahkan kakinya kecuali sebagai penghapus dosa dan satu langkah yang lainya sebagai pengangkat derajat. Keutamaan ini hanya didapatkan oleh mereka yang keluar dari rumahnya dalam keadaan suci dan tidaklah dia keluar kecuali untuk shalat. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh al-Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu:
“Barang siapa yang bersuci di rumahnya kemudian dia berjalan menuju salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) untuk menunaikan shalat fardhu, maka kedua langkahnya adalah salah satunya menghapus dosa dan yang lainnya menaikkan derajat,” (HR. Muslim no. 666).
Untuk itu saat kita hendak mendatangi masjid, sebaiknya terlebih dahulu kita melaksanakan adab-adabnya, selain mengharap ridha Allah Swt dan pelaksaan ibadah di masjid mendapat keberkahan, sesungguhnya hal tersebut adalah yang dicontohkan Rasul, sehingga jelas akan bernilai ibadah dan termasuk umat yang memuliakan sunnahnya.
Adab-adab ketika Berjalan menuju Masjid
1. Berangkat ke masjid dalam keadaan telah bersuci.
2. Membaca doa keluar rumah.
3. Berjalan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.
4. Membaca doa menuju masjid.
5. Memakai pakaian yang yang layak.
6. Masuk masjid dengan mendahulukan kaki kanan.
7. Membaca shalawat dan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam serta doa ketika hendak masuk masjid.
8. Membaca shalawat dan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam serta doa ketika hendak keluar masjid. [sumber: fadhlihsan]

Menguap Pun Ada Adabnya


adab menguap

SALAH satu ibadah yang telah diremehkan oleh sebagian kaum muslim adalah menjaga adab-adab yang telah diajarkan oleh Islam. Ada diantara adab-adab tersebut memang terkesan sepele, tetapi jika kita mengamalkannya dengan niat beribadah dan dengan niat meneladani Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam, amal tersebut akan bernilai ibadah di sisi Allah Ta’ala.
Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam“Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan hasil sesuai dengan niatnya.”(HR. Bukhari dan Muslim).
Berikut ini hal remeh temeh tapi ternyata sesuatu yang menjadi bahasan dalam Islam, yakni menguap.
Salah satu adab islami yang sudah banyak ditinggalkan kaum muslimin adalah adab ketika bersin. Banyak kaum muslimin saat ini yang tidak mengetahui adab ini. Ketika bersin, seharusnya seorang muslim menahannya semampu mungkin. Akan tetapi, banyak dari kita, membuka mulut lebar-lebar saat menguap, sehingga semua orang pun bisa melihat seluruh isi mulutnya.
Sesungguhnya jika seorang muslim mengetahui betapa besar pahala yang akan diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika seorang muslim meneladani Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam maka sudah pasti manusia akan berlomba-lomba melaksanakan adab-adab yang telah diajarkan oleh Islam ini. Meskipun hal tersebut dalam perkara yang remeh di mata manusia.
Dalam sebuah hadis riwayat al-Bukhari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Menguap itu dari setan, maka bila seorang dari kalian menguap hendaklah ia berusaha menolaknya semaksimal mungkin, (HR. Muslim).
Dari satu hadis mulia ini –demikian pula beberapa hadis lainnya-, kita akan mempelajari adab mulia yang mesti diperhatikan oleh orang yang menguap. Berikut beberapa adab tersebut.
1.  Anjuran untuk Menolak menguap
Hal ini sebagaimana dalam hadis yang telah kita sajikan di atas bahwa menguap adalah dari setan, maka itu kita dianjurkan untuk menolaknya semaksimal mungkin.
Menguap Ketika Salat
Demikian pula bila dirasa menguap tersebut akan datang kepada seorang yang sedang mengerjakan ibadah salat, maka hendaknya ia lebih ekstra lagi dalam menolaknya. Sebab kondisi salat lebih utama untuk dijaga dari pada kondisi-kondisi lainnya.
Dalam hal ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan:
“Bila seorang dari kalian menguap dalam salat, maka hendaklah ia menahannya semaksimal mungkin, sebab setan bisa masuk, (HR. Muslim).
Setan akan masuk? Hal ini bukan hal aneh bagi mukmin yang beriman, sebab setan benar-benar bisa masuk ke tubuh manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya setan bisa berjalan pada (tubuh) manusia seperti mengalirnya darah,” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
2.     Menutup mulut dengan tangan
Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, no. 2995 Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersaba:
Bila seorang dari kalian menguap, hendaklah ia menutup mulutnya dengan tangan, sebab setan bisa masuk. (HR. Muslim)
3. Tidak mengucapkan ‘Haaah’ , ‘Huuaaah’ atau semacamnya
Hal ini sebagaimana telah dijelaskan pada hadits di atas. Alasannya adalah, suara seperti ini dapat membuat setan tertawa. Ia menertawakan orang yang menguap dengan cara seperti ini. Sudikah anda ditertawakan oleh setan? Tentu saja kita tidak ingin membuat setan tertawa lantaran merasa senang, girang dan menang.
4. Tidak mengangkat suara ketika menguap
Mengangkat suara ketika menguap termasuk adab yang tidak baik, tidak enak didengar dan dapat membuat orang lari menjauh.
Sebagian orang terkadang sengaja mengangkat suara ketika menguap untuk membuat orang tertawa, dan dia bangga melakukannya. Ketahuilah! Itu bukan adab yang baik. Justru sebaliknya setan yang akan menertawakannya. Maka itu, hendaklah ia meninggalkan menguap dengan cara seperti ini. [sumber: muslim.or.id]

Adab Ketika Hendak Buang Air



SUNGGUH Islam merupakan agama yang sempurna. Islam mengatur seluruh aspek kehidupan bahkan sampai hal terkecil sekalipun. Salah satu dari aturan-aturan tersebut adalah adabketika hendak buang air. Melihat fenomena zaman sekarang yang rata-rata orang mungkin belum tahu atau bahkan sudah  tahu namun tidak memperhatikan adab dalam buang air, sampai-sampai berani buang air dijalanan, padahal itu tidak dibenarkan dalam Islam.
Oleh karena itu, berikut ini adalah adab buang air yang diatur dalam ajaran Islam,
Pertama, hendaklah membaca do’a sebelum masuk ke WC. Dari Anas bin Malik bahwasannya Nabi SAW. jika masuk ke dalam kamar kecil, beliau membaca : Allahumma inni a’udzubika minal khubsi wal-khabaa-is (Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari setan laki-laki dan setan perempuan..” (Thirmizi, Bab thaharah no. 6, hasan shahih)
Kedua, hendaklah mendahulukan kaki kiri ketika masuk ke WC dan mendahulukan kaki kanan ketika keluar dari WC dan membaca : Alhamdulillahilladzi adzhaba ‘anil ada wa ‘aafaani“Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dariku dan yang telah menyembuhkan aku.”
Ketiga, setelah selesai buang air atau buang hajat, hendaknya membersihkan kotoran yang ada pada badan denan tangan kiri.
Keempat, ketika ingin buang air hendaknya di tempat yang jauh dari orang atau di tempat yang tertutup. Dala hadits disebutkan“Apabila nabi bermaksud buang air, beliau berjalan sehingga tidak dilihat oleh seorangpun” (HR. Abu Daud dan Jabir)
Kelima, diusahakan jangan menghadap kiblat ketika hendak buang air. Rasulullah SAW. bersabda : “Apabila seseorang dari kamu duduk hendak buang air, maka janganlah menghadap kiblat dan jangan pula membelakanginya” (HR. Muslim dan Ahmad dan Abu Hurairah)
Keenam, hindari buang air di air yang tergenang atau di lubang-lubang tanah. Karena dalam air tergenang akan sangat mudah menularkan penyakit, sedangkan dalam lubang dikhawatirkan ada binatang  yang merasa terganggu. Rasulullah SAW. bersabda“Bahwasannya Rasulullah melarang buang air kecil pada air yang tergenang” (HR. Muslim, Ahmad, Nasaa’i dan Ibnu Majjah) dan Rasulullah SAW. juga menegaskan : “Rasulullah SAW. melarang buar air kecil pada lobang” (HR. Ahmad, Nasaa’i, Abu Dawud, Hakim dan Baihaqi)
Ketujuh, janganlah buang air ditempat pemberhentian atau temapt berteduh juga jalan yang selalu dilewati manusia. karena hal itu akan mengganggu orang yang sering melewati jalan atau beristirahat di tempat itu.
Rasulullah SAW. bersabda : “Hendaklah kamu takuti dua hal yang membawa kepada laknat (manusia). Mereka bertanya : “Apakah dua hal laknat itu ya Rasulullah?”. Beliau menjawab: “Orang yang buang air pada jalan yang dilalui manusia atau pada tempat mmereka bernaung” (HR. Ahmad, Muslim dan Abu Dawud dari Abu Hurairah).

 

Followers

Copyright 2013 Kematian Menurut Islam. All rights reserved.
Themes by Ex Templates Blogger TemplatesCoolbthemes.com - Home Recordings - Studio Rekaman